RSS Feed

Tag Archives: mall

Dari Mall Ke Mall, Sebuah Penyimpulan Pribadi

Jakarta oh Jakarta. Sebuah kota yang tidak akan pernah lekang oleh waktu dari benak para penduduknya. Sebuah kota yang tidak pernah tertidur. Sebuah kota yang tidak pernah akan sepi kecuali waktu Lebaran, itu pun Lebaran kemarin masi macet aja jek. Sebuah kota yang sudah sangat penuh sesak baik oleh bangunan, kendaraan, dan pada intinya, oleh manusia. Di kota ini, hampir semua aspek kehidupan ditentukan oleh berapa besar uang yang penduduknya punya. Mau makan, harus sedia minimal lima belas rebu. Mau pipis, sedia deh dua rebu. Mau cepet sampe tujuan, yak ngga cepet juga sih tapi cepat itu kan relatif, bayar sini tuju rebu. Mau seneng-seneng ngelepas setres abis dimarahin bos, disetrap guru, diomelin mamah papah, dicemburuin pacar? Yah, sediain aja deh seratus ribu sampe nggak terhingga.

Di Jakarta ini banyak cara untuk cari kesenangan. Catet, kesenangan lho, bukan kebahagiaan. Dari mulai hal-hal yang wajar semacam nongkrong di mall, nongkrong ngebir di kafe, sampe party all nightlong di tempat dugem atau bahkan mencoba hiburan malam yang ekstrim. Berhubung saya mah anak rumahan kurang pergaulan, pulang ke rumah aja mesti jam 9, kesenangan yang saya tau ya sebatas mall doang. Mwahahaha.

Nah sebagai anak Jakarta sejati yang dari sejak SMP bentuk rekreasinya adalah menghinggap di mall, cukup banyaklah mall yang udah saya datengin. Emm… Sebenernya nggak sebanyak itu juga sih. Jakarta ini kan luas yah, ada 5 kotamadya. Paling banter, daerah operasi saya cuma di sekitaran Jakarta Selatan sama Pusat. Barat sesekalilah. Boleh deh ditambah sama Depok dan Tangerang. Hehe. Nah dari mall-mall di daerah itu, gw mencoba untuk membuat suatu kategorisasi mall berdasarkan beberapa kriteria yaitu atmosfer dalem mallnya, tipikal orang-orang yang berkunjung, dan tipikal agan-agan yang buka lapak di sana. Sebenernya ini juga bukan kriteria yang pasti sih, tapi ya kira-kira begitu. Uda terima aja deh, bawel lo ah.

Nah berdasarkan kriteria kira-kira itu tadi, menurut saya, inilah kategorisasi mall-mall di seputaran JakselpusbarDeTa :

  1. Mall fungsional. Ini jenis mall yang kita datangi kalo kita lagi pengen memenuhi hajat hidup kita sebagai manusia. Perlu sembako buat dimasak? Mall semacam ini biasanya menampung tauke-tauke kelontong skala besar macem Carrefour, Hero, Giant, dan sebagenya. Lagi males masak terus pengen makan tapi ga mau mahal-mahal? KFC itu restoran yang lumayan standar pasti ada di mall semacem ini. Eh… KFC gak bisa dibilang gak mahal juga sih… But you get my point ya! Get dong! Terus wah ada film Breaking Dawn nih! Nonton ah! Nah mall semacem ini juga menyediakan bioskop, minimal kelas 21 lah yang udah memutar film-film yang cukup layak tonton. Biasanya yang dateng ke mall ini memang orang yang perlu belanja, orang yang tinggal di sekitar mall dan males ke tempat lain yang lebih jauh, atau dedek-dedek remaja masa kini yang lagi pengen nongkri-nongkri hemat sama temen dan pacarnya. Intinya di mall ini segala ada untuk semua kebutuhan kamu, tapi jangan juga berharap fasilitas yang mereka berikan bakal luar biasa canggih ato ngarepin atmosfer yang gimana gitu. Contoh mall semacem ini tuh Kalibata Mall (apa Plaza Kalibata ya?), Blok M Plaza, Bintaro Plaza, Mall Depok, dan sebagainya.
  2. Mall asik. Kenapa asik? Mall ini, seperti halnya mall fungsional, menyediakan lapak-lapak yang menjual berbagai benda kebutuhan dasar manusia. Tapi bedanya, di sini kita akan menemukan lebih banyak lapak yang menjual kebutuhan hidup sekunder. Contohnya Gramedia, department store yang lumayan bagus barang-barangnya (dan tentu agak mahal) macem Matahari ato Metro, toko musik, toko peralatan olahraga kayak Sports Warehouse, toko sepatu macem Charles & Keith, dan sebagainya. Di mall ini biasanya juga banyak restoran yang nyediain makanan enak dengan harga masih terjangkau dan ambiance yang pewe buat nongkrong. Intinya sih, mall ini enak buat nongkrong dan lengkap lah kalo mau nyari apa-apa. Tipikal pengunjung mall ini adalah remaja, anak muda, orang dewasa, dan keluarga kelas menengah dengan keperluan macem-macem dari mulai belanja, nongkrong gaul bersama, ngeceng-ngeceng, kencan, sampe janjian ketemu klien. Contoh mall semacem ini adalah PIM, Citos, Margo City, Teras Kota, Plaza Semanggi, dan sebagainya.
  3. Mall asik nggak asik. Oke, penamaannya mulai twisted nih, soalnya saya ngga dapet ide mesti namain apa untuk mall-mall semacem ini. Kalo dibuat persentase, mall semacam ini lebih berfokus untuk menyediakan tempat bagi toko-toko yang menjual barang kebutuhan sekunder bahkan tersier ketimbang kebutuhan primer. Kalopun ada supermarket, biasanya margin harganya lebih besar alias lebih mahal. Iyak, harga ati ayam di supermarket biasa 29000 per kilo, di sini 34ooo, mau gimana? *curcol dikit yah*. Di sisi lain, mall semacam ini menyediakan tempat nongkrong dengan suasana yang nyaman dan asik untuk makan dan ngobrol lama. Tapi tentu saja keasikan dan keenakan makanannya harus ditukar dengan sejumlah uang minimal 5 digit angka nol lah. Bioskop tentu saja ada dengan kelas XXI yang lebih nyaman ketimbang kelas 21. Untung harganya ngga beda-beda amat, mwahaha. Biasanya yang dateng ke sini anak-anak remaja kelas menengah mulai ke atas yang lagi mau kumpul-kumpul sama temen ato kencan sama pacar, cowo ganteng dan cewe cantik dengan pakaian ala eksekutif muda, sampe pasangan bapak ibu setengah baya yang berdandan apik. Contoh mall ini adalah Lippo Mal Karawaci, Mal Taman Anggrek, Gandaria City, Senayan City, dan sebagainya.
  4. Mall hipster. Perlu jelasin apa ya? Ini mall-nya mall lah. Barang-barang yang dijual di situ bikin orang mengelus dada saking engga masuk akal harganya (minimal ngga masuk di akal saya lah). Mirip-mirip sih sama mall jenis ketiga tadi tapi dengan skala harga yang itu tadi, bikin orang bertanya-tanya, itu beneran ada orang yang beli yah barang-barang semahal itu? Eh, sebenernya Senayan City dan Mal Karawaci pun sudah bisa dikategorikan sebagai mall hipster juga sik kalo begitu caranya. Bedanya, di mall hipster ini, ada tempat-tempat yang bisa dibilang ngehip banget lah di kalangan anak gaul masa kini. Contohnya toko desainer lokal yang menjual baju-baju berkonsep (istilah saya pribadi untuk menggambarkan baju ato aksesoris yang sebenernya biasa aja tapi mengandung entah esensi apa sampe bisa dijual dengan harga 500rebu sepotongnya), ato restoran dengan menu dan suasana yang khas yang bikin anak muda pengen balik lagi. Tempat yang ngehip biasanya akan menarik orang-orang yang juga ngehip. Di mall ini, kamu bisa melihat parade manusia-manusia yang ganteng dan cantiknya kayak out of this world dengan gaya berpakaian yang lebih dari sekedar modis, tapi stylish dan edgy. Contoh mall macem ini adalah Grand Indonesia, Plaza Indonesia, dan Fx Sudirman.

Demikian saya mencoba untuk mem-break down dan mengkategorisasikan mall-mall yang pernah saya kunjungi di Jakarta dan sekitarannya. Kalo ditanya saya lebih suka yang mana sih, saya lebih suka jenis mall asik, well, tepatnya sih saya suka banget sama PIM. Tempatnya pewe, makanannya lumayan enak, mau cara kebutuhan apa juga ada, dan label harga yang banyak terpasang di situ nggak terlalu bikin jiper. Yah yang sedang-sedang sajalah………. Tsaaahhhh.